Alangkah buruknya nasibku tidak sebaik dengan mereka yang mendapat kelebihan dari mereka yang lebih.Cinta nya ALLAH kepada umatnya pasti sama besar sejak dari terciptanya nabi Adam.Pantaskah aku mengeluh untuk mendapatkan layanan istimewa dari ALLAH. Siapa aku ini hanya seorang hamba yang harus patuh dengan peraturan-peraturan yang telah ALLAH berikan lalu untuk siapa kebaikannya tentu saja untukku dan mengapa ku harus mengeluh mengerjakan kebaikan. Tapi sebagai manusia tidak heran bila ingin mencoba yang menarik tapi di halang oleh larangan Allah. Kadang aku sendiri ingin meraih nafkah yang mudah saja seperti membalikkan telapak tangan,tapi semua itu banyak sekali pengorbanan.
''Hi,kenapa merenung..?. Muli menyapaku yang memang sedang dalam fikiran kosong.
''Nggak papa kok,kamu baru pulang?''.
''Iyah..malam ini sepi''.
Sepertinya ada rasa kecewa di dalam dirinya.Namun rasa itu tidak terlihat mungkin senyum di wajahnya yang menutupi rasa kecewa itu.''Sejak kapan kamu memakai jilbab?''.
Aku agak kaku dengan tiba-tiba dia bertanya seperti itu.
''Sejak masuk paket C dulu''.
''oh..kamu masuk paket C, memang carilah ilmu sejauh mungkin selagi kau bisa..''.dah yah aku masuk dulu.
''Yah...''. Bila ada waktu yang panjang untuk kami bisa mengerti hati kita masing-masing.
Bila saja manusia dalam keadaan sadar,saling menyesali masa-masa lampau yang kelam tidak akan gelap hari yang ku pandang.Aku merindukan orang-orang yang pernah hadir dalam hidupku ya ALLAH. Bisakah cinta kasihMU membawa mereka ada lagi untukku.
ALLAH yang menguasai jiwa alam semesta jagad raya,padaMU lah sebaik-baik aku memohon... kemana tempat hati ini yang lara,tegurlah aku bila salahku dulu membuat hati mereka sakit. Akan ada waktu untuk bisa memahami cobaan hidup ini.
Wednesday, April 14, 2010
BERPIJAK DI BUMI
Kerutnya malam menyayat jiwa yang sepi.''Bissmillahhirohmannirrohim....'',kamu pasti bisa. Tertinggal sudah kata itu,tidak lagi ku dengar dalam setiap lajuku. Kakinya telah meninggalkan bumi,sekitar dua minggu yang lalu. Kini yang ku harapkan dapat terus memperjuangkan sisa-sisa impian dan cita-cita paket C. Angin membawa denyutan berita dari jiran sebelah. Dari pagi rupanya ada yang mengguncing tentang aku,siapa aku,darimana aku,apa yang ingin mereka tau.
''Mau cari kontrakan nak?''.
Ibu yang menyapaku begitu jernih raut wajahnya,mungkin dari air wudlu yang selalu membasuh menghilangkan debu-debu yang menempel di wajahnya. ''Saya mau ngekos satu kamar bu,apa ada?''.
''Ada,ayok silahkan asuk''.
''Terimakasih,bu..''.
Tempat yang strategis,tidak jauh dari jalan utama,tempat shalat juga dekat.Kedengaran adzan Maghrib anak-anak kecil berangkat berdoyong menuju masjid.Indahnya dunia mereka, dan baiknya sejak kecil dilatih kakinya menginjak ketempat ibadah.
* * * * * * * * * *
Kutatap langit-langit yang gelap,satu bintang pun tidak kelihatan.Di teras malam apa yang sedang ku fikirkan hari ini,coba ku ingat hari-hari yang lalu.Rasanya cepat sekali aku berteman seorang diri.Semua hilang bagai debu yang kusapu,atau terbang bagai awan yang menggumpal.Suara bajai berhenti didepan rumah,ku lihat seorang perempuan turun sambil berjalan dia melihat dan tersenyum kepadaku.
''Hi...anak baru..?''.
''Iyah,kenalkan namaku Jingga''.
''Muli..aku masuk dulu yah''.
Sungguh ramahnya dia memperkenalkan diri.Di bumi Tuhan ini semoga masih ada orang yang baik dan bisa menjadi saudara sesama umat.
*Tidaklah matahari menyusul bulan,tidak pula malam melampaui siang.masing-masing beredar pada garis edarnya sendiri*(Quran,36;40).
Aku bisa memahami kejadian di muka bumi ALLAH yang punya ini,semua yang ada adalah takdirnya,andaikan kata aku bisa hidup memilih takdir sendiri,pasti aku ingin tidak lahir ke bumi.Begitu banyak siksaan dalam ujian dan aku sungguh takut bila nanti aku sudah tidak lagi berpijak di muka bumi ini.Panasnya bumi akan lebih panas lagi panasnya,sepanas-panas api neraka.Tapi sudah takdir ALLAH aku ada di bumi,dan dari itu ku ijakkan kaki ku dalam kebaikan menuju rumah surgaNYA.
''Mau cari kontrakan nak?''.
Ibu yang menyapaku begitu jernih raut wajahnya,mungkin dari air wudlu yang selalu membasuh menghilangkan debu-debu yang menempel di wajahnya. ''Saya mau ngekos satu kamar bu,apa ada?''.
''Ada,ayok silahkan asuk''.
''Terimakasih,bu..''.
Tempat yang strategis,tidak jauh dari jalan utama,tempat shalat juga dekat.Kedengaran adzan Maghrib anak-anak kecil berangkat berdoyong menuju masjid.Indahnya dunia mereka, dan baiknya sejak kecil dilatih kakinya menginjak ketempat ibadah.
* * * * * * * * * *
Kutatap langit-langit yang gelap,satu bintang pun tidak kelihatan.Di teras malam apa yang sedang ku fikirkan hari ini,coba ku ingat hari-hari yang lalu.Rasanya cepat sekali aku berteman seorang diri.Semua hilang bagai debu yang kusapu,atau terbang bagai awan yang menggumpal.Suara bajai berhenti didepan rumah,ku lihat seorang perempuan turun sambil berjalan dia melihat dan tersenyum kepadaku.
''Hi...anak baru..?''.
''Iyah,kenalkan namaku Jingga''.
''Muli..aku masuk dulu yah''.
Sungguh ramahnya dia memperkenalkan diri.Di bumi Tuhan ini semoga masih ada orang yang baik dan bisa menjadi saudara sesama umat.
*Tidaklah matahari menyusul bulan,tidak pula malam melampaui siang.masing-masing beredar pada garis edarnya sendiri*(Quran,36;40).
Aku bisa memahami kejadian di muka bumi ALLAH yang punya ini,semua yang ada adalah takdirnya,andaikan kata aku bisa hidup memilih takdir sendiri,pasti aku ingin tidak lahir ke bumi.Begitu banyak siksaan dalam ujian dan aku sungguh takut bila nanti aku sudah tidak lagi berpijak di muka bumi ini.Panasnya bumi akan lebih panas lagi panasnya,sepanas-panas api neraka.Tapi sudah takdir ALLAH aku ada di bumi,dan dari itu ku ijakkan kaki ku dalam kebaikan menuju rumah surgaNYA.
Wednesday, March 10, 2010
MELIHAT JAKARTA 8
Angin meniup dengan mesra di pesisiran laut widarapayung.akhirnya tercapai juga niat jalan-jalan bersama.di pasir laut yang kering ku berdiri menyawang deru ombak yang bergelutan sambil berkejar-kejaran.
Sari =thankz yah udah mau ngajak kami kesini.
Segar =sebenarnya ku sudah lama ingin kita bisa seperti ini.
Sari =maafin gua yah?
Segar =kesalahan kamu emang sudah banyak tapi aku selalu ada untuk as my sister.
Sari memelukku,Girang dan Putri turun dari naik kuda,kelihatannya mereka nampak gembira sebagai kekasih.
Udara di pantai memang sejuk tapi cerah matahari bagai memanggang kepalaku yang sudah tidak tahan lagi dengan panasnya surya.
kami berteduh di warung sambil mengisi perut.penjual pecel mengingatkan aku dengan seseorang yang lama sudah tidak pernah ku mendengar suaranya.
Girang =enak banget pecelnya loe nggak makan Gar?
Segar =aku pesan bakso.
Putri =share yah..?
Segar =sure..
Sari =loe ikut kami ke Bandung kan ?
Segar =aku pasti nyusul...jangan khawatir.
Girang =ingat Gar,loe nggak sendiri,ada gua..
Putri =gua..
Sari =dan gua....yang akan menjadi saudara loe.
Segar =aku senang dan aku pasti bisa dan selalu yang lebih baik dari hari ini jika esok masih
ada hari untukku.
Sore nya mereka berangkat naik kereta api jurusan bandung ku hanya bisa mengantarkan mereka sampai di stasiun kroya saja. aku mampir di warnet membuka email dan facebook sudah lama tidak menyapa dengan maya.ku lihat foto kenangan di laut widarapayung dan jembatan Baturaden sungguh indah aura kami tersorot. ingin ku upload tapi biarlah kenangan ini hanya untuk kami saja.
bertambah gelap dunia ku mampir ke mall JADIBARU, bersujud menyerahkan jiwaku pada Yang Esa.Selesai salat ku melihat-lihat vcd di lantai satu,mendengarkan musik bisa meredakan sakit kepalaku,baru besok pagi ku berangkat ke rumah temanku yang di di cilacap. Ku hanya bisa berpesan cintailah hidup,sayangilah nyawa dan hargailah persahabatan jangan merasa broken home ataupun broken heart karena itu dapat merusak otak dan jiwamu. Seperti ku sendiri seorang anak perempuan yang telah ditelantarkan tapi itu semua ada takdir yang harus memilih kehidupan mana jalan yang harus dituju dan sekarang ku masih di jalan yang lurus.Tunggulah aku di Jakarta lagi,seperti masih luas yang belum ku lihat.ku hanya main sebentar di rumah temanku ,sorenya ku langsung menuju ke kota impian. Ku berdiri dekat pintu kereta api sambil ku teriakan.....''Jakarta Gua datang lagiiiiiiiiiiiiiiiiii................''.
Ada yang melihat dan tersenyum kepadaku.
BERSAMBUNG
tunggu kelanjutan MELIHAT JAKARTA DUA.
Sari =thankz yah udah mau ngajak kami kesini.
Segar =sebenarnya ku sudah lama ingin kita bisa seperti ini.
Sari =maafin gua yah?
Segar =kesalahan kamu emang sudah banyak tapi aku selalu ada untuk as my sister.
Sari memelukku,Girang dan Putri turun dari naik kuda,kelihatannya mereka nampak gembira sebagai kekasih.
Udara di pantai memang sejuk tapi cerah matahari bagai memanggang kepalaku yang sudah tidak tahan lagi dengan panasnya surya.
kami berteduh di warung sambil mengisi perut.penjual pecel mengingatkan aku dengan seseorang yang lama sudah tidak pernah ku mendengar suaranya.
Girang =enak banget pecelnya loe nggak makan Gar?
Segar =aku pesan bakso.
Putri =share yah..?
Segar =sure..
Sari =loe ikut kami ke Bandung kan ?
Segar =aku pasti nyusul...jangan khawatir.
Girang =ingat Gar,loe nggak sendiri,ada gua..
Putri =gua..
Sari =dan gua....yang akan menjadi saudara loe.
Segar =aku senang dan aku pasti bisa dan selalu yang lebih baik dari hari ini jika esok masih
ada hari untukku.
Sore nya mereka berangkat naik kereta api jurusan bandung ku hanya bisa mengantarkan mereka sampai di stasiun kroya saja. aku mampir di warnet membuka email dan facebook sudah lama tidak menyapa dengan maya.ku lihat foto kenangan di laut widarapayung dan jembatan Baturaden sungguh indah aura kami tersorot. ingin ku upload tapi biarlah kenangan ini hanya untuk kami saja.
bertambah gelap dunia ku mampir ke mall JADIBARU, bersujud menyerahkan jiwaku pada Yang Esa.Selesai salat ku melihat-lihat vcd di lantai satu,mendengarkan musik bisa meredakan sakit kepalaku,baru besok pagi ku berangkat ke rumah temanku yang di di cilacap. Ku hanya bisa berpesan cintailah hidup,sayangilah nyawa dan hargailah persahabatan jangan merasa broken home ataupun broken heart karena itu dapat merusak otak dan jiwamu. Seperti ku sendiri seorang anak perempuan yang telah ditelantarkan tapi itu semua ada takdir yang harus memilih kehidupan mana jalan yang harus dituju dan sekarang ku masih di jalan yang lurus.Tunggulah aku di Jakarta lagi,seperti masih luas yang belum ku lihat.ku hanya main sebentar di rumah temanku ,sorenya ku langsung menuju ke kota impian. Ku berdiri dekat pintu kereta api sambil ku teriakan.....''Jakarta Gua datang lagiiiiiiiiiiiiiiiiii................''.
Ada yang melihat dan tersenyum kepadaku.
BERSAMBUNG
tunggu kelanjutan MELIHAT JAKARTA DUA.
Thursday, March 4, 2010
MELIHAT JAKARTA 7
Ku tinggalkan rumah sakit lagi untuk mengambil Manisa di kantor polisi. kenapa jalan hidupku jadi ribet begini sih,kenapa pula ku ke jakarta seperti tidak ada tempat lain lagi untuk main.Sampai disana kekecewaan lagi yang ku dengar dari polisi,kenapa polisi lengah sih ngasih anak kepada orang lain ya walaupun itu ibu nya tapi aku kan yang nitipin di kantor polisi. aku jadi panas baram melihat pak polisi itu,kalau dia bukan polisi pasti sudah ku bikin benjol mukanya biar merasakan pukulanku.
Dilampu perempatan merah banyak ku lihat banci-banci menghibur pengemudi jalan raya.Ada seorang anak kecil perempuan ku pandang dari jauh aku fikir itu Manisa.Sekarang ku tak tahu harus bagaimana lagi apa aku harus meninggalkan jakarta atau membawa manisa dari ibunya yng kaki botol dan nafsu lelaki.Ku merenung di pinggir jalan menatap langit yang gelap tak bersahabat.Bagaimana nasib manisa kalau harus tinggal bersama ibunya bisa-bisa dia dijual untuk membayar hutang Laris.Aku harus mengambil keputusan secepatnya dan ku percaya keputusan ku adalah yang terbaik buat masa depan manisa.
Ku turun dari taxi langsung masuk kerumah yang tidak dikunci,di kursi tua kulihat Laris sedang merokok.
Segar =dimana manisa?. Dia masih diam tidak membalas pertanyaan ku.entah apa yang tergambar di raut wajahnya sedih atau bahagia aku tidak tahu.Setetes air mata jatuh di pipi nya. jangan sampai aku menjadi hiba,ku keraskan lagi suaraku.
Segar =DIMANA MANISA...!
Laris =gua...bukan ibu yang baiiik.....(menangis).
Segar =dimana manisa...?
Laris =A..ll....
Sudah ku bisa membaca maksud huruf itu langsung aku keluar menghadang taxi meluncur ke tempat alex kumpul bersama orang-orangnya yang dungu.
Ku pandang sekeliling gedung yang sepi tidak mungkin aku salah arah.''WOOOW....!
Alex =mau anak ini?
Suara itu membalikkan tubuh ku .
Alex =hebat...(tepuk tangan) gua salut dengan keberanian loe datang kesini.
Segar =dimana manisa?
Alex =tenang,santai dulu...dia akan baik-baik saja kalau loe ada duit 5jt malam ini juga.
Segar =soal duit gampang manisa nya dulu serahkan ke gua.
Alex = ini nggak main-main sayang 5jt malam ini...?
Segar =gua nggak tahu agama loe apa tapi ku berani bersumpah demi Allah malam ini 5jt.
Alex menatapku serius mungkin dia fikir aku bercanda,orang-orangnya juga keluar dari sarangnya mirip babi semua.
Adit =loe bisa bawa dia pergi tapi besok jam delapan pagi gua tunggu di terminal.
Alex =gila loe yah! bisa saja dia kabur.
Adit =dia nggak bakalan kabur, kalian tadi juga dengar sendiri dia berani bersumpah demi
Tuhannya.
Alex =ok..besok pagi jam delapan loe bawa duitnya,gua percaya sama loe.
Manisa =kakak.....(manisa memelukku).
Alhamdulilah lega juga berurusan dengan cecunguk-cecunguk itu,hidup sudah susah masih saja dibuat susah,tapi ku merasa ada yang tidak kena dengan adit kenapa dia meminta besok jam delapan ku menyerahkan duaitnya padahal ku bisa ambil di ATM jika bank sudah tutup.
Ku mengajak manisa makan di warung pinggir jalan.
Segar =enak nggak...?
Manisa=bangeet kak...!
Adit muncul di depan duduk kami,bukannya besok hari kita bertemu lagi, lalu apa dia minta di traktir makan.
Adit = ini dompet loe mungkin terjatuh waktu loe bawa sari.
Langsung fikiranku blank sekal...aku sudah salah sangka menilainya.Jadi itulah alasannya kenapa adit meminta besok saja ku menyerahkan uangnya,rupanya dia masih mempunyai hati. andai saja ku menyanggupi uang lima juta itu pasti aku yang sial ATM menyatu dalam dompet tapi tidak di dalam tasku.
Adit =ya sudah gua cabut dulu,enjoy makannya.(adit mengusap kepala manisa).
ku keluar mencari adit tapi sudah tidak kelihatan,tapi ada suara dari belakang.
Adit =nggak usah bilang thankyou lagi...
aku tersenyum rupanya dia masih disekitaran warung. tuntas belum kelar juga belum, jarak masih sangat panjang tapi bumi bertambah panas terus.banyak peristiwa yang bisa menyadarkan hati kita tapi banyak juga yang menghindar darinya.
Esok harinya tepat jam delapan aku menemui alex ditempat yang di janjikan bertemu. uang lima juta sudah ku siapkan dalam amplop cokelat.setelah ku serahkan uangnya ku membawa manisa ketempat yang lebih baik buatnya daripada tinggal bersama ibunya yang rusak. semoga saja Laris bisa menyadari hidupnya yang kelam untuk menuju lebih baik lagi.
Alam yang indah akan selalu indah bila manusianya juga indah. Manisa merasa senang bisa tinggal di pesantren.awalnya dia agak takut tapi setelah melihat para santri ber qasidah dia jadi tertarik dan senang mau tinggal di pesantren.
Segar =kakak pasti jenguk manis ok...!
Manisa =manisa nggak ingin kakak untuk janji tapi manisa ingin kakak selalu ingat manisa, kalau kakak ingat manisa pasti kakak akan datang jenguk manisa disini.
Segar =kakak pasti ingat,belajar yang rajin yah.....
Manisa =iya kak,manisa pasti belajar dengan rajin.
Angin nampak gembira juga rasanya dia ikut mengiringi langkah manisa untuk sampai di kamarnya dan bersalaman,berkenalan dengan santri yang lain.
Ku kembali lagi menengok keadaan putri,dia juga sudah baikkan begitu pula dengan sari dia sudah bisa berjalan-jaln di sekitar rumah sakit.aku senang bisa melihat hidup mereka menjadi berarti lagi.
Dilampu perempatan merah banyak ku lihat banci-banci menghibur pengemudi jalan raya.Ada seorang anak kecil perempuan ku pandang dari jauh aku fikir itu Manisa.Sekarang ku tak tahu harus bagaimana lagi apa aku harus meninggalkan jakarta atau membawa manisa dari ibunya yng kaki botol dan nafsu lelaki.Ku merenung di pinggir jalan menatap langit yang gelap tak bersahabat.Bagaimana nasib manisa kalau harus tinggal bersama ibunya bisa-bisa dia dijual untuk membayar hutang Laris.Aku harus mengambil keputusan secepatnya dan ku percaya keputusan ku adalah yang terbaik buat masa depan manisa.
Ku turun dari taxi langsung masuk kerumah yang tidak dikunci,di kursi tua kulihat Laris sedang merokok.
Segar =dimana manisa?. Dia masih diam tidak membalas pertanyaan ku.entah apa yang tergambar di raut wajahnya sedih atau bahagia aku tidak tahu.Setetes air mata jatuh di pipi nya. jangan sampai aku menjadi hiba,ku keraskan lagi suaraku.
Segar =DIMANA MANISA...!
Laris =gua...bukan ibu yang baiiik.....(menangis).
Segar =dimana manisa...?
Laris =A..ll....
Sudah ku bisa membaca maksud huruf itu langsung aku keluar menghadang taxi meluncur ke tempat alex kumpul bersama orang-orangnya yang dungu.
Ku pandang sekeliling gedung yang sepi tidak mungkin aku salah arah.''WOOOW....!
Alex =mau anak ini?
Suara itu membalikkan tubuh ku .
Alex =hebat...(tepuk tangan) gua salut dengan keberanian loe datang kesini.
Segar =dimana manisa?
Alex =tenang,santai dulu...dia akan baik-baik saja kalau loe ada duit 5jt malam ini juga.
Segar =soal duit gampang manisa nya dulu serahkan ke gua.
Alex = ini nggak main-main sayang 5jt malam ini...?
Segar =gua nggak tahu agama loe apa tapi ku berani bersumpah demi Allah malam ini 5jt.
Alex menatapku serius mungkin dia fikir aku bercanda,orang-orangnya juga keluar dari sarangnya mirip babi semua.
Adit =loe bisa bawa dia pergi tapi besok jam delapan pagi gua tunggu di terminal.
Alex =gila loe yah! bisa saja dia kabur.
Adit =dia nggak bakalan kabur, kalian tadi juga dengar sendiri dia berani bersumpah demi
Tuhannya.
Alex =ok..besok pagi jam delapan loe bawa duitnya,gua percaya sama loe.
Manisa =kakak.....(manisa memelukku).
Alhamdulilah lega juga berurusan dengan cecunguk-cecunguk itu,hidup sudah susah masih saja dibuat susah,tapi ku merasa ada yang tidak kena dengan adit kenapa dia meminta besok jam delapan ku menyerahkan duaitnya padahal ku bisa ambil di ATM jika bank sudah tutup.
Ku mengajak manisa makan di warung pinggir jalan.
Segar =enak nggak...?
Manisa=bangeet kak...!
Adit muncul di depan duduk kami,bukannya besok hari kita bertemu lagi, lalu apa dia minta di traktir makan.
Adit = ini dompet loe mungkin terjatuh waktu loe bawa sari.
Langsung fikiranku blank sekal...aku sudah salah sangka menilainya.Jadi itulah alasannya kenapa adit meminta besok saja ku menyerahkan uangnya,rupanya dia masih mempunyai hati. andai saja ku menyanggupi uang lima juta itu pasti aku yang sial ATM menyatu dalam dompet tapi tidak di dalam tasku.
Adit =ya sudah gua cabut dulu,enjoy makannya.(adit mengusap kepala manisa).
ku keluar mencari adit tapi sudah tidak kelihatan,tapi ada suara dari belakang.
Adit =nggak usah bilang thankyou lagi...
aku tersenyum rupanya dia masih disekitaran warung. tuntas belum kelar juga belum, jarak masih sangat panjang tapi bumi bertambah panas terus.banyak peristiwa yang bisa menyadarkan hati kita tapi banyak juga yang menghindar darinya.
Esok harinya tepat jam delapan aku menemui alex ditempat yang di janjikan bertemu. uang lima juta sudah ku siapkan dalam amplop cokelat.setelah ku serahkan uangnya ku membawa manisa ketempat yang lebih baik buatnya daripada tinggal bersama ibunya yang rusak. semoga saja Laris bisa menyadari hidupnya yang kelam untuk menuju lebih baik lagi.
Alam yang indah akan selalu indah bila manusianya juga indah. Manisa merasa senang bisa tinggal di pesantren.awalnya dia agak takut tapi setelah melihat para santri ber qasidah dia jadi tertarik dan senang mau tinggal di pesantren.
Segar =kakak pasti jenguk manis ok...!
Manisa =manisa nggak ingin kakak untuk janji tapi manisa ingin kakak selalu ingat manisa, kalau kakak ingat manisa pasti kakak akan datang jenguk manisa disini.
Segar =kakak pasti ingat,belajar yang rajin yah.....
Manisa =iya kak,manisa pasti belajar dengan rajin.
Angin nampak gembira juga rasanya dia ikut mengiringi langkah manisa untuk sampai di kamarnya dan bersalaman,berkenalan dengan santri yang lain.
Ku kembali lagi menengok keadaan putri,dia juga sudah baikkan begitu pula dengan sari dia sudah bisa berjalan-jaln di sekitar rumah sakit.aku senang bisa melihat hidup mereka menjadi berarti lagi.
Tuesday, March 2, 2010
MELIHAT JAKARTA 6
Dan ku terus berlari mungkin sampai jauh dari rumah sakit. Nafas ku sudah lelah dan kaki ku terasa pegal rasanya tidak kuat lagi untuk berlari. ''Segar...''. Suara itu sudah ku kenal.
Girang =loe kenapa?
Segar =gua dikejar sama orangnya Alex.
Girang =mereka pasti kehilangan jejakmu.
Segar =loe yakin?
Girang =yakin banget,setiap orang yang masuk tempat ini sulit untuk di kejar lagi.
Segar =kenapa?
Girang hanya memberikan isyarat kepala saja.ku merasa lega juga di depan jalan ada penjagaan polisi.ku bisa meluruskan kaki walau sejenak.
Aku dan Girang pergi kerumah sakit bersama,senang juga bisa punya teman seperti Girang.Dia banyak bercerita kenapa dia juga bisa sampai di jakarta. ternyata dunia ini memang kelam,kalau kita tidak bisa merelung jalan yang baik pasti kita bakalan tersesat terus dan akhirnya akan hancur.
Girang =nama adik gua Sari, udah lebih dari tiga tahun dia menghilang dan dengar kabar
terakhir dia di jakarta.
Segar =Sari....(ku jadi berfikir dengan teman ku sari)
loe punya foto dia?
Girang membuka dompet dan memperlihatkan foto adiknya,orangnya sama dengan yang ku cari tapi ku masih belum mengatakannya.
Girang =gua sengaja dari bandung ke jakarta cuma untuk nyari adik gua.
Segar =udah ketemu?
Girang =belom,jakarta kan luas.
Segar =terus kenapa waktu itu loe lari-lari dikejar sama orang-orangnya Alex?
Girang =urusan cowok nggak perlu loe tahu Gar.
Segar =obat yah?
Girang =gua lihat mereka lagi main dan gua lihat Putri ada disana gua coba bawa dia pergi tapi
dia nggak mahu akhirnya ya berantem terus gua kabur.
Segar =gua yakin adik loe pasti ketemu.
Sampi kami di rumah sakit,ku masuk ke ruang inap Putri.Manisa tidak kelihatan. ''manisa...'' aku mencari-cari dia tapi tidak ada di sekitar ruangan.ku tanyakan pada suster tapi juga tidak tahu.
Segar =put...loe bisa dengar gua kan...(putri mengangguk),dimana manisa?
Putri coba membuka tutup oksigen di mulutnya.Dengan suara yang lirih dia berusaha untuk mengatakan dimana manisa.
Putri =A.....l..lleex....(Putri menggenggam tangan ku erat).
Segar =Girang tolong jagain Putri.
Girang =biar gua yang cari manisa.
Segar =jangan Girang,kemungkinan adik loe bakalan disini.
Girang =darimana loe yakin?
Segar =kita berdoa saja untuk yang terbaik.
Girang =hati-hati Gar.
Aku pergi dari rumah sakit,bajingan sekali memang Alex,mahunya apa sih dia sama orang-orangnya yang dungu.Malam nampak mendung lagi ,
tolong lah awan berikan sinar rembulan dan bintang-bintang Mu, aku tidak peduli malam sudah mulai turun gerimis-gerimis mungil.
Aku datangi tempat Sari bekerja,suara musik memecahkan rasa letihku.
Alex =loe kesini juga.
Segar =dimana manisa?
Alex =apa gua nggak dengar.
Aku menarik tangan Alex keluar dari pub.wajah panas mirip gampar tentang api neraka terlukis di matanya Sari melihat hingga tak konsen dengan gerakan sexsinya.
Alex =loe mau cari gara-gara lagi haaagh....!
Segar =gua cuma mau Manisa loe kembalikan.
Alex =gampang,loe bayar dulu hutang ibunya.
Segar =Edan koe yah!
Alex =apa loe bilang?dengar yah sebenarnya gua nggak suka kekerasan sama cewek,apalagi
loe berjilbab haram banget kalau gua sentuh.
Segar =tai loe...!
Alex =wow...cantik-cantik berjilbab kok ngomongnya kasar begitu sih.
Segar =dimana manisa?
Sari =Alex....anak kecil loe bawa-bawa yah,nggak punya hati banget sih loe.
(sari membawa manisa keluar),''kakak...!
Sari =bawa dia pergi Gar.
Alex =tunggu dulu. PRAAAK......! Alex menampar pipi Sari . Aku dan manisa terus lari,aku yakin sari akan baik-baik saja.
langkah kami di cegah oleh polisi.
Polisi = ada apa kalian lari-lari di jalan besar begini?
Aku dan manisa diam hanya suara desahan rasa capek kami.
Polisi =ayo jawab,kenapa diam.
Segar =jangan mentang-mentang anda polisi terus mau ikut campur masalah kami deh pak.
Polisi itu terus melihatiku tidak berkemedip.Akhirnya ku punya ide ku titipkan manisa di pos polisi dan ku kembali ke tempat Sari.
gerimis terus mulai bertambah,setengah bajuku hampir basah dan ku lihat tubuh yang tergeletak bersender di tembok langsung ku menghampirinya.''Sari....''
''Segaaar.............''.Ya Allah,wajahnya penuh dengan darah,begitu juga dengan hidungnya masih meler darah segar keluar.
Girang kelihatan pucat wajahnya pasti dia merasa khawatir dengan kondisi adiknya.
Segar =girang,sabar yah.
Girang =bener apa kata loe Gar,adik gua pasti bakalan kesini,tapi bukan dengan keadaan yang
begini.
Aku juga tidak tahu takdirnya seperti begini,tadinya ku berharap kalau sari bakalan datang menjenguk putri bukan malah harus dirawat dan dioperasi karena hidungnya yang remuk. Tapi ku hanya seorang hamba yang hanya bisa berdoa dan memohon petunjuk yang Kuasa.
Kini ku bisa melihat mereka dari sebalik cerita kaca.
Girang =loe kenapa?
Segar =gua dikejar sama orangnya Alex.
Girang =mereka pasti kehilangan jejakmu.
Segar =loe yakin?
Girang =yakin banget,setiap orang yang masuk tempat ini sulit untuk di kejar lagi.
Segar =kenapa?
Girang hanya memberikan isyarat kepala saja.ku merasa lega juga di depan jalan ada penjagaan polisi.ku bisa meluruskan kaki walau sejenak.
Aku dan Girang pergi kerumah sakit bersama,senang juga bisa punya teman seperti Girang.Dia banyak bercerita kenapa dia juga bisa sampai di jakarta. ternyata dunia ini memang kelam,kalau kita tidak bisa merelung jalan yang baik pasti kita bakalan tersesat terus dan akhirnya akan hancur.
Girang =nama adik gua Sari, udah lebih dari tiga tahun dia menghilang dan dengar kabar
terakhir dia di jakarta.
Segar =Sari....(ku jadi berfikir dengan teman ku sari)
loe punya foto dia?
Girang membuka dompet dan memperlihatkan foto adiknya,orangnya sama dengan yang ku cari tapi ku masih belum mengatakannya.
Girang =gua sengaja dari bandung ke jakarta cuma untuk nyari adik gua.
Segar =udah ketemu?
Girang =belom,jakarta kan luas.
Segar =terus kenapa waktu itu loe lari-lari dikejar sama orang-orangnya Alex?
Girang =urusan cowok nggak perlu loe tahu Gar.
Segar =obat yah?
Girang =gua lihat mereka lagi main dan gua lihat Putri ada disana gua coba bawa dia pergi tapi
dia nggak mahu akhirnya ya berantem terus gua kabur.
Segar =gua yakin adik loe pasti ketemu.
Sampi kami di rumah sakit,ku masuk ke ruang inap Putri.Manisa tidak kelihatan. ''manisa...'' aku mencari-cari dia tapi tidak ada di sekitar ruangan.ku tanyakan pada suster tapi juga tidak tahu.
Segar =put...loe bisa dengar gua kan...(putri mengangguk),dimana manisa?
Putri coba membuka tutup oksigen di mulutnya.Dengan suara yang lirih dia berusaha untuk mengatakan dimana manisa.
Putri =A.....l..lleex....(Putri menggenggam tangan ku erat).
Segar =Girang tolong jagain Putri.
Girang =biar gua yang cari manisa.
Segar =jangan Girang,kemungkinan adik loe bakalan disini.
Girang =darimana loe yakin?
Segar =kita berdoa saja untuk yang terbaik.
Girang =hati-hati Gar.
Aku pergi dari rumah sakit,bajingan sekali memang Alex,mahunya apa sih dia sama orang-orangnya yang dungu.Malam nampak mendung lagi ,
tolong lah awan berikan sinar rembulan dan bintang-bintang Mu, aku tidak peduli malam sudah mulai turun gerimis-gerimis mungil.
Aku datangi tempat Sari bekerja,suara musik memecahkan rasa letihku.
Alex =loe kesini juga.
Segar =dimana manisa?
Alex =apa gua nggak dengar.
Aku menarik tangan Alex keluar dari pub.wajah panas mirip gampar tentang api neraka terlukis di matanya Sari melihat hingga tak konsen dengan gerakan sexsinya.
Alex =loe mau cari gara-gara lagi haaagh....!
Segar =gua cuma mau Manisa loe kembalikan.
Alex =gampang,loe bayar dulu hutang ibunya.
Segar =Edan koe yah!
Alex =apa loe bilang?dengar yah sebenarnya gua nggak suka kekerasan sama cewek,apalagi
loe berjilbab haram banget kalau gua sentuh.
Segar =tai loe...!
Alex =wow...cantik-cantik berjilbab kok ngomongnya kasar begitu sih.
Segar =dimana manisa?
Sari =Alex....anak kecil loe bawa-bawa yah,nggak punya hati banget sih loe.
(sari membawa manisa keluar),''kakak...!
Sari =bawa dia pergi Gar.
Alex =tunggu dulu. PRAAAK......! Alex menampar pipi Sari . Aku dan manisa terus lari,aku yakin sari akan baik-baik saja.
langkah kami di cegah oleh polisi.
Polisi = ada apa kalian lari-lari di jalan besar begini?
Aku dan manisa diam hanya suara desahan rasa capek kami.
Polisi =ayo jawab,kenapa diam.
Segar =jangan mentang-mentang anda polisi terus mau ikut campur masalah kami deh pak.
Polisi itu terus melihatiku tidak berkemedip.Akhirnya ku punya ide ku titipkan manisa di pos polisi dan ku kembali ke tempat Sari.
gerimis terus mulai bertambah,setengah bajuku hampir basah dan ku lihat tubuh yang tergeletak bersender di tembok langsung ku menghampirinya.''Sari....''
''Segaaar.............''.Ya Allah,wajahnya penuh dengan darah,begitu juga dengan hidungnya masih meler darah segar keluar.
Girang kelihatan pucat wajahnya pasti dia merasa khawatir dengan kondisi adiknya.
Segar =girang,sabar yah.
Girang =bener apa kata loe Gar,adik gua pasti bakalan kesini,tapi bukan dengan keadaan yang
begini.
Aku juga tidak tahu takdirnya seperti begini,tadinya ku berharap kalau sari bakalan datang menjenguk putri bukan malah harus dirawat dan dioperasi karena hidungnya yang remuk. Tapi ku hanya seorang hamba yang hanya bisa berdoa dan memohon petunjuk yang Kuasa.
Kini ku bisa melihat mereka dari sebalik cerita kaca.
Saturday, February 27, 2010
MELIHAT JAKARTA 5
Suara adzan subuh dari mushola membangunkan mataku,kulihat girang juga perlahan membuka matanya.
Segar =gua pulang dulu.
Girang=bareng kenapa kita kan searah.
Segar =ya dah...
Kami pulang bersama,jalan masih sangat sepi,mau sampai rumah kulihat Laris baru pulang dengan keadaan mabuk bersama teman lelakinya.
Terik matahari menyurut meninggi keatas.Manisa seperti biasa berjualan dari bus satu ke bus yang lain membawa barang jajanan.
Manisa =kakak...!
manisa berlari mau menghampiriku tanpa menoleh ke belakang,kanan kiri,hampir saja sebuah mobil menyenggol tubuh nya yang penuh debu.
Segar = manis.....!
Suara mobil direm kencang manis kaku berdiri tidak bergerak,ku langsung menggendongnya ke tepi.orang di terminal hanya sekilas saja mengerumuni hingga ada satu polisi yang datang memberi pertanyaan.
Polisi =kamu tidak papa dik...? .(manisa menggelengkan kepala). polisi itu melihatku seperti baru saja melihat wajah baru.
* * * * *
Manisa nampak diam mungkin masih shock dengan kejadian tadi siang. ku buatkan minuman milo buatnya.
Segar =minum sayang.
Manisa= apa ini kak?
Segar =milo.
Manisa =waaah..makasih yah kak,kakak sangat baik.
PLAAAK....!ACH.....
Terdengar suara tamparan dan jeritan dari kamar Laris,entah apa yang berlaku didalam.
''pokoknya besok uang harus sudah ada kalau tidak anakmu gua ambil dan utangmu lunas semua''.
''jangan bang...beri saya waktu''.
''ingat yah..besok batas waktunya''.
Lelaki itu keluar kamar tapi manisa merasa ketakutan memegangi tubuhku sangat erat sekali. suara tangis laris juga melayang ke udara.
Segar =kamu kenapa sayang?
Manisa =saya takut kak.
Manisa =takut kenapa?
Manisa =manisa takut di jual ke orang tadi.
Segar =di jual...?
Manisa menganggukan kepala.aku juga bisa merasakan ketakutan dihati manisa pasti ada cara untuk ku menolongnya.
Malam ini ku ajak manisa ke rel,malam nampak indah dan langit penuh bintang. berbisik sang angin meniup seisi ruangan hidup. ku mencari putri di setiap sudut gerbong tapi tidak kelihatan. aku dan manisa berbencar ke arah lain. hanya orang-orang pinggiran jalan yang kulihat berderet tak tau arah.
''kakak.................!
suara jeritan manisa memecahkan kesunyian gerbong ,ku langsung lari ke tempat dia berdiri. apa yang kulihat sukar untuk di percaya.''put..............
ku memangku kepala putri yang tak sadarkan diri.
Manisa =kak...
tangannya putri bergerak dapat ku yakinkan ada keajaiban untuk bisa dia bertahan. ku langsung membawa putri ke rumah sakit.
jalan sudah dekat menuju tempat yang masih jauh tempuhannya. kutinggalkan putri bersama manisa dirumah sakit.
Manisa =kakak. (manisa memberikan sepucuk kertas)
Segar =apa ini sayang?
Manisa =kak putri yang kasih.
Segar =ok,kakak tinggal dulu yah.
Manisa menganggukan kepala,ku keluar mencari makanan buat manisa pasti dia juga lapar. ku duduk melepas penat di atas tangga jembatan,jadi ingat kertas yang di berikan manisa tadi.
*setiap malam ku selalu menunggu, aku di bawa pergi jauh oleh malaikat, namun lelah sudah aku masih bernafas, ditempat yang kian tak berarti, lalu datang seorang bidadari malam, dia menjadi teman ku bercurah kesedihan, ku semakin ingin hilang dari dunia ini, katanya ku harus ikut bersama orang yang ku cintai yang telah lebih dulu pergi dari dunia, namum apa bisa ku bertahan dengan siksanya dunia ini.....?*putri....
aku tertunduk penuh kekosongan. jalan atau terus berhenti sampai disini. ''hi...!
ku menoleh ke arah itu,shiiit..........musuh ku datang lagi,mungkin aku harus tidak jalan tapi ku harus berlari.ku saut keresek makanan dan lari secepat mungkin. mereka lelaki hanya bisa main keroyok dan tidak kira aku seorang perempuan masih juga dikejar,dasar lelaki keparat tidak punya ibu atau adik perempuan kali.
Segar =gua pulang dulu.
Girang=bareng kenapa kita kan searah.
Segar =ya dah...
Kami pulang bersama,jalan masih sangat sepi,mau sampai rumah kulihat Laris baru pulang dengan keadaan mabuk bersama teman lelakinya.
Terik matahari menyurut meninggi keatas.Manisa seperti biasa berjualan dari bus satu ke bus yang lain membawa barang jajanan.
Manisa =kakak...!
manisa berlari mau menghampiriku tanpa menoleh ke belakang,kanan kiri,hampir saja sebuah mobil menyenggol tubuh nya yang penuh debu.
Segar = manis.....!
Suara mobil direm kencang manis kaku berdiri tidak bergerak,ku langsung menggendongnya ke tepi.orang di terminal hanya sekilas saja mengerumuni hingga ada satu polisi yang datang memberi pertanyaan.
Polisi =kamu tidak papa dik...? .(manisa menggelengkan kepala). polisi itu melihatku seperti baru saja melihat wajah baru.
* * * * *
Manisa nampak diam mungkin masih shock dengan kejadian tadi siang. ku buatkan minuman milo buatnya.
Segar =minum sayang.
Manisa= apa ini kak?
Segar =milo.
Manisa =waaah..makasih yah kak,kakak sangat baik.
PLAAAK....!ACH.....
Terdengar suara tamparan dan jeritan dari kamar Laris,entah apa yang berlaku didalam.
''pokoknya besok uang harus sudah ada kalau tidak anakmu gua ambil dan utangmu lunas semua''.
''jangan bang...beri saya waktu''.
''ingat yah..besok batas waktunya''.
Lelaki itu keluar kamar tapi manisa merasa ketakutan memegangi tubuhku sangat erat sekali. suara tangis laris juga melayang ke udara.
Segar =kamu kenapa sayang?
Manisa =saya takut kak.
Manisa =takut kenapa?
Manisa =manisa takut di jual ke orang tadi.
Segar =di jual...?
Manisa menganggukan kepala.aku juga bisa merasakan ketakutan dihati manisa pasti ada cara untuk ku menolongnya.
Malam ini ku ajak manisa ke rel,malam nampak indah dan langit penuh bintang. berbisik sang angin meniup seisi ruangan hidup. ku mencari putri di setiap sudut gerbong tapi tidak kelihatan. aku dan manisa berbencar ke arah lain. hanya orang-orang pinggiran jalan yang kulihat berderet tak tau arah.
''kakak.................!
suara jeritan manisa memecahkan kesunyian gerbong ,ku langsung lari ke tempat dia berdiri. apa yang kulihat sukar untuk di percaya.''put..............
ku memangku kepala putri yang tak sadarkan diri.
Manisa =kak...
tangannya putri bergerak dapat ku yakinkan ada keajaiban untuk bisa dia bertahan. ku langsung membawa putri ke rumah sakit.
jalan sudah dekat menuju tempat yang masih jauh tempuhannya. kutinggalkan putri bersama manisa dirumah sakit.
Manisa =kakak. (manisa memberikan sepucuk kertas)
Segar =apa ini sayang?
Manisa =kak putri yang kasih.
Segar =ok,kakak tinggal dulu yah.
Manisa menganggukan kepala,ku keluar mencari makanan buat manisa pasti dia juga lapar. ku duduk melepas penat di atas tangga jembatan,jadi ingat kertas yang di berikan manisa tadi.
*setiap malam ku selalu menunggu, aku di bawa pergi jauh oleh malaikat, namun lelah sudah aku masih bernafas, ditempat yang kian tak berarti, lalu datang seorang bidadari malam, dia menjadi teman ku bercurah kesedihan, ku semakin ingin hilang dari dunia ini, katanya ku harus ikut bersama orang yang ku cintai yang telah lebih dulu pergi dari dunia, namum apa bisa ku bertahan dengan siksanya dunia ini.....?*putri....
aku tertunduk penuh kekosongan. jalan atau terus berhenti sampai disini. ''hi...!
ku menoleh ke arah itu,shiiit..........musuh ku datang lagi,mungkin aku harus tidak jalan tapi ku harus berlari.ku saut keresek makanan dan lari secepat mungkin. mereka lelaki hanya bisa main keroyok dan tidak kira aku seorang perempuan masih juga dikejar,dasar lelaki keparat tidak punya ibu atau adik perempuan kali.
Friday, February 26, 2010
MELIHAT JAKARTA 4
Aku berjalan pulang seperti biasa,malam sudah larut dan ternyata benar apa kata Sari ada gerombolan yang menghadangku di ujung tikungan gang.Aku coba kalem berpapasan dengan mereka mungkin ku bisa melawan satu atau dua orang lelaki tapi untuk ramai-ramai begitu kayaknya aku belum pernah latihan tuh.
Alex =hebat yah loe...?
Adit = ni cewek yang merusak rencana pesta kita malam ini.
Alex =heegh...(alex menarik tangan ku kencang)
dengar yah loe harus membayar semua nya...
Segar=maksud loe apa?gua gak takut..
Alex =loe nantang haah....
Aku tidak menunggu lama lagi terus memukul alex dua kali dan ku lari sekencang-kencangnya. sempat ku mahu terjatuh-jatuh jalan yang lunyu dan belokan jalan yang sempit. lampu jalan juga tak mampu menajamkan arah jalan ku hanya bisa lari tanpa berhenti tapi....salah satu dari mereka sudah di depan ku.ku lihat kebelakang mereka yang mengejarku belum kelihatan ku lawan saja dia tapi anehnya dia tidak menyerangku balik.Dia terjatuh mungkin menahan sakit di hidungnya karena mengeluarkan darah.''kenapa loe menghajar gua?''.
Aku jadi bingung apa aku salah orang yah,setelah ku amati lebih dekat dia ternyata dulu yang lari menyenggol diriku.
Segar =gua lagi dikejar orang maaf yah gua fikir loe salah satu dari mereka.
Girang=sapa yang ngejar loe?
Segar = alex sama orang-orangnya.
Girang=apa...?ya udah ikut gua....
''itu dia...!
kami menoleh kebelakang dan terus lari sekencangnya,lelaki yang belum ku kenal memegang tangan ku erat sambil terus berlari tanpa menoleh kebelakang lagi.
Aku tidak tahu ada dimana pasti jauh dari rumah dan kemungkinan ku tidak bisa pulang kerumah dan kuberdoa untuk kebaikan manisa dirumah sendirian.
Girang =nama gue Girang dan loe...?
Segar =segar,maaf yah gua udah pukul loe...
Girang =ya gak papa lagi pula loe kan gak tahu.emangnya loe ada urusan apa ma mereka
sedangkan loe berjilbab.
Segar =gua lihat orangnya alex nyopet diterminal terus gua hajar dia dan kembalikan dompet
yang dia ambil.
Girang =hebat loe yah...nggak nyangka cewek berjilbab seperti loe.
Dan kami terdiam sambil menunggu waktu yang baik,diam menambah sunyi...lalu hp di saku berdering,tumben malam gini Deka telpon.
Segar =hallo assalamualaikum.
Deka =assalamualaikum dulu baru hallo.
Segar =yah say,ada apa telpon malam-malam.
Deka =gimana di jakarta udah bisa..?
Segar =ya udah bisa ngomong loe gua emangnya kenapa?
Deka =bukan itu sayang.
Segar =apa?
Deka =cowok...?
Segar =wa'alaikumsalam bye....
Aku matikan telpon,gak tahu lah deka marah disana.percuma di fikir telpon hanya tanya ku udah bisa dapat cowok apa belum.Gimana rasanya punya cowok yang bisa dijadikan kekasih hidup,rasanya sulit jaman era sekarang.tapi disebelahku ada seorang cowok yang cukup lumayan ganteng.aku melirik ke girang yang sedang mengelap lebam di hidungnya.
aku berfikir lagi apa mungkin ku bisa membangun sebuah keluarga yang bahagia sedangkan keluarga ku sendiri pisah metal-metal tau kemana.sebenarnya ku capek sendiri. kalau ku menikah pun tidak punya wali...aku juga takut bagaimana kalau mertua menanyakan keluarga ku.Dingin tubuhku memikirkan itu.
Alex =hebat yah loe...?
Adit = ni cewek yang merusak rencana pesta kita malam ini.
Alex =heegh...(alex menarik tangan ku kencang)
dengar yah loe harus membayar semua nya...
Segar=maksud loe apa?gua gak takut..
Alex =loe nantang haah....
Aku tidak menunggu lama lagi terus memukul alex dua kali dan ku lari sekencang-kencangnya. sempat ku mahu terjatuh-jatuh jalan yang lunyu dan belokan jalan yang sempit. lampu jalan juga tak mampu menajamkan arah jalan ku hanya bisa lari tanpa berhenti tapi....salah satu dari mereka sudah di depan ku.ku lihat kebelakang mereka yang mengejarku belum kelihatan ku lawan saja dia tapi anehnya dia tidak menyerangku balik.Dia terjatuh mungkin menahan sakit di hidungnya karena mengeluarkan darah.''kenapa loe menghajar gua?''.
Aku jadi bingung apa aku salah orang yah,setelah ku amati lebih dekat dia ternyata dulu yang lari menyenggol diriku.
Segar =gua lagi dikejar orang maaf yah gua fikir loe salah satu dari mereka.
Girang=sapa yang ngejar loe?
Segar = alex sama orang-orangnya.
Girang=apa...?ya udah ikut gua....
''itu dia...!
kami menoleh kebelakang dan terus lari sekencangnya,lelaki yang belum ku kenal memegang tangan ku erat sambil terus berlari tanpa menoleh kebelakang lagi.
Aku tidak tahu ada dimana pasti jauh dari rumah dan kemungkinan ku tidak bisa pulang kerumah dan kuberdoa untuk kebaikan manisa dirumah sendirian.
Girang =nama gue Girang dan loe...?
Segar =segar,maaf yah gua udah pukul loe...
Girang =ya gak papa lagi pula loe kan gak tahu.emangnya loe ada urusan apa ma mereka
sedangkan loe berjilbab.
Segar =gua lihat orangnya alex nyopet diterminal terus gua hajar dia dan kembalikan dompet
yang dia ambil.
Girang =hebat loe yah...nggak nyangka cewek berjilbab seperti loe.
Dan kami terdiam sambil menunggu waktu yang baik,diam menambah sunyi...lalu hp di saku berdering,tumben malam gini Deka telpon.
Segar =hallo assalamualaikum.
Deka =assalamualaikum dulu baru hallo.
Segar =yah say,ada apa telpon malam-malam.
Deka =gimana di jakarta udah bisa..?
Segar =ya udah bisa ngomong loe gua emangnya kenapa?
Deka =bukan itu sayang.
Segar =apa?
Deka =cowok...?
Segar =wa'alaikumsalam bye....
Aku matikan telpon,gak tahu lah deka marah disana.percuma di fikir telpon hanya tanya ku udah bisa dapat cowok apa belum.Gimana rasanya punya cowok yang bisa dijadikan kekasih hidup,rasanya sulit jaman era sekarang.tapi disebelahku ada seorang cowok yang cukup lumayan ganteng.aku melirik ke girang yang sedang mengelap lebam di hidungnya.
aku berfikir lagi apa mungkin ku bisa membangun sebuah keluarga yang bahagia sedangkan keluarga ku sendiri pisah metal-metal tau kemana.sebenarnya ku capek sendiri. kalau ku menikah pun tidak punya wali...aku juga takut bagaimana kalau mertua menanyakan keluarga ku.Dingin tubuhku memikirkan itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)